Jumat, 17 Mei 2013

Hari jumat itu tepatnya pada tanggal 10 mei pukul 6 petang aku coba mengubungimu, sebagaimana aku ucapkan selamat ulang tahun kepadamu . yah , dan kau tanya mengapa aku masih mengingatnya , dan akupun menjawab aku akan selalu mengingatnya selagi aku menyayangimu . kau pun malah tertawa kecil , mungkin bagimu itu hanya candaan tapi bagiku itu adalah keseriusanku .
Entah sampai kapan kau akan menganggapku sebagai teman yang care, padahal kau tahu yang aku inginkan . yaitu lebih dari sekedar teman , tapi mengapa kau masih menganggapku sebagai teman yang selalu ada dikala kau sedih dan berduka saja . aku juga ingin seperti wanita yang kau idamkan itu, cantik putih dan berambut panjang . itu kan yang sering kau katakan jika kau membutuhkan seseorang yang menyayangimu ?
Aku heran padamu, kenapa kau begitu meridukan wanita yang sudah jelas mereka tidak menyayangimu, sadarlah ada aku dsini yang sayang padamu sejak lama . Kadang aku berfikir apa yang harus aku lakukan agar kau dapat merespon perasaanku ini ? dan hingga kapan perasaanku ini akan berakhir dan jatuh padamu?
Malam itu kau mengajaku ke sebuah cafe dan kita berbincang , tak jauh yang kau katakan sehingga menjadi sebuah obrolan adalah membicarakan mantan-mantanmu yang inilah yang itulah , apa kau tak berfikir itu akan membuatku semakin jenuh ? kemudian sesaat akupun mencoba mengalihkan pembicaraan sehingga kami membicarakan sesuatu yang cukup membuat kami respect dan asyik untuk ngobrol . hingga larut malam kau mengajaku ke sebuah toko boneka ,kau akan membelikan boneka untuk adikmu yang sedang berulang tahun tepat dalam waktu yang sama denganmu . baiklah , waktunya kami pulang . dalam perjalanan pulang pun kau masih saja mengajaku membicarakan mantanmu itu , bahkan kau ajak aku mengunjungi rumah mantanmu .
kesaaal , sangaaat kesal. aku jelas saja menolaknya karena selain waktu sudah terlalu malam ak juga bingung apabila aku berada dirumah mantannya itu apa yang harus aku lakukan ? diam ? mendengarkan celotehan celotehan yanng tak membuatku terhibur ? sangat menjenuhkan ! akhirnya kami pun terpisah disebuah pertigaan dan pulang kerumah masing-masing .
Kulihat ponselku , ternyata kau masih ingat cara berterimakasih , untunglah . saat itu kau ucapkan terimakasih kepadaku dan kau tau ? semakin kau memberikanku ucapan ucapan yang bermakna kias aku semakin berharap kau akan jadi milikku. namun akhirnya kau hanya mengungkapkan kalau aku hanyalah teman yang sangat sangat care dibanding temanmu yang lain . yah aku coba terima.
Tuhan, hingga kapan perasaanku ini dapat berlabuh dihatinya ? hingga kapan ? aku ingin dia merasakan juga apa yang aku rasakan , rasa rindu , cinta bahkan sayang yang sudah lama ku pendam . mengapa sifatnya tak berubah juga ? apa harus aku menyatakannya lebih dulu ? tidak tuhan, aku yakin kau mempunyai rencana yang jauuuh lebih indah dari ini , tapi tunjukanlah padaku sekarang tuhan . apa dia benar untukku ? apa dia hanya untuk orang lain ?
Memang benar , lebih baik cinta yang dilakukan oleh anak kecil, mereka mencintai bukan menyayangi . karena bagi mereka menyayangi sudah cukup untuk menerima apa adanya , dan menyayangi tak butuh sebuah alasan . beda dengan mencintai yang sekejap akan menghilang .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar